Jumat, 24 April 2020

Belajar Bahasa Inggris - THE SIXTEEN TENSES



1. PENGERTIAN TENSES

Dalam Bahasa Inggris, Tenses merupakan istilah tata bahasa (grammar) yang mengacu pada penggunaan kata kerja (verb) berkaitan dengan waktu terjadinya sebuah perbuatan atau peristiwa.  Waktu ini bisa terjadi di masa sekarang, masa depan atau masa lampau. 

Bagi kebanyakan pembelajar Bahasa Inggris, istilah tenses sering menjadi momok atau sesuatu yang menakutkan. Sehingga Tenses menjadi sesuatu yang sulit untuk dipelajari.
Padahal dengan memahami Tenses akan mempermudah dalam mempelajari dan mempraktekkan Bahasa Inggris itu sendiri. 
Memahami Tenses seperti memiliki sebuah peta bagi sebuah perjalanan.
Memahami Tenses memberikan sebuah gambaran dan petunjuk bagaimana merangkai kalimat dalam Bahasa Inggris dengan cara yang mudah untuk dimengerti.


2. JENIS-JENIS TENSES

Ada banyak pendapat tentang berapa banyak Tenses dalam Bahasa Inggris. Ada yang mengatakan 12 Tenses, ada juga yang 16 Tenses,  bahkan ada juga yang menyatakan 24 Tenses. Tentu saja perbedaan jumlah itu dengan argumen dan alasannya masing-masing.
Tapi dari buku-buku yang saya baca, kebanyakan memang membahas 16 tenses atau The Sixteen Tenses

Sama seperti jumlah Tenses, ada banyak pendekatan dan cara dalam memahami dan mempelajari The Sixteen Tenses
Di tulisan ini, saya akan membahas pendekatan dan cara yang memang kami lakukan selama lebih dari 10 tahun. Dan menurut saya, cara ini sangat mudah untuk dipahami.

Untuk memahami The Sixteen Tenses, kita perlu melihat 2 (dua) hal penting yang mempengaruhi Tenses itu sendiri yaitu Time (waktu) dan Event (kejadian).
Dengan kata lain, Tenses itu dipengaruhi dua hal, yaitu :
1. Waktu (Time)
2. Kejadian (Event)

Untuk Waktu (Time) bisa dibagi atau dikelompokkan menjadi empat bagian:
1. Present (Masa Sekarang)
2. Past (Masa Lampau)
3. Future (Masa Depan)
4. Past Future (Masa Depan dalam perspektif Masa Lampau)

Sedang Kejadian (Event) dibagi atau dikelompokkan menjadi 4 bagian juga, yaitu:
1. Simple
2. Continuous 
3. Perfect
4. Perfect Continuous

Nah.. Enam belas Tenses atau The Sixteen Tenses merupakan kombinasi atau variasi dari  empat kelompok Waktu (Time) dan empat jenis Kejadian (Event).
Berikut adalah The Sixteen Tenses yang dijabarkan satu per satu berdasarkan Kejadian (Event), termasuk juga beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat. 



The Sixteen Tenses
          Event
Time
Simple
Continuous
Perfect
Perfect Continuous
Present
Simple
Present
Present
Continuous
Present
Perfect
Present
Perfect Continuous
Past
Simple
Past
Past
Continuous
Past
Perfect
Past
Perfect Continuous
Future
Simple
Future
Future
Continuous
Future
Perfect
Future
Perfect Continuous
Perfect Continuous
Simple
Past Future
Past Future
Continuous
Past Future
Perfect
Past Future
Perfect Continuous



SIMPLE
1.    Simple Present Tense
        I usually wake up at four in the morning
        She studies English at Britania Purwokerto on Tuesdays
2.    Simple Past Tense
        We went to Jakarta on Monday
        I didn’t have breakfast this morning
3.    Simple Future Tense
         I’l take English Course next month
          She  will move to Canada next  year.
4.    Simple Past Future Tense
        I wish you would come to my house today.
        They promised they would leave that house.

CONTINUOUS
5.    Present Continuous Tense
        My husband is studying right now
        What are you doing?
6.    Past Continuous Tense
        I was sleeping when you came last night
        She was wacthing TV while her husband was  reading emails
7.    Future Continuous Tense
        I will be teaching science tomorrow
          She will be working this weekend
8.    Past Future Continuous Tense
        He told me that he would be doing his homework all day long..
        She said she would be waiting for you in that afternoon.

PERFECT
9.    Present Perfect Tense
        I have studied Mandarin for three months.
        She hasn’t arrived yet.  
10. Past Perfect TenseI
        I had locked the door before I went here,
        They had studied English before they moved to Australia.
11. Future Perfect Tense
        I shall have finished this task by tomorrow afternoon
        Will you have been home by tomorrow evening?
12. Past Future Perfect Tense 
        I should have started thinking about my future now
        He said that he would have completed his assignment.

PERFECT  CONTINUOUS
13. Present Perfect  Continuous Tense
        She’s been teaching for more than 20 years
        I’ve been waiting for you since 5 o’clock
14. Past Perfect Continuous.
        I had been sleeping for one hour when you phoned
        She had been studying English for five months when I took IELTS test
15. Future Perfect Continuous Tense
        In August, she will have been teaching English for twenty years.
        At ten o’clock, he will have been studying English for five hours.
16. Past Future Perfect Continuous Tense
        I would have been living here for ten years by last June
        Would he have been working here by last year?


Demikian sekilas tentang The Sixteen Tenses beserta contoh kalimatnya.
Semoga kita semua diberi kemudahan dan kelancaran untuk belajar lebih banyak dan meningkatkan kualitas diri kita.

Purwokerto, Senin 27 April 2020





Kamis, 23 April 2020

EnglishChallenge - Memulai Tantangan 21 Hari

"The journey of a thousand miles begins with one step" - Lao Tzu

Sebagai pengajar Bahasa Inggris, saya sering dapat komentar, ”Keluarganya pasti pintar Bahasa Inggris ya?”.  Banyak yang mengira karena mengajar Bahasa Inggris pasti anggota keluarganya juga jago Bahasa Inggris, pasti keluarganya diajari Bahasa Inggris juga.  Ternyata tidak juga.

Tidak mudah mengajar anggota keluarga sendiri. Kadang sering tidak sabar, pinginnya cepat bisa dan cepat paham.  Beberapa kali mengajarkan Bahasa Inggris ke adik-adik, ujung-ujungnya saya yang malah jadi emosi jiwa.  Hehehe
Beberapa teman pengajar juga sering mengalami hal yang serupa. Jauh lebih mudah mengajar orang lain dari pada keluarga sendiri.
Memang beda mengajar keluarga sendiri dan mengajar orang lain.

Hingga suatu saat....Suami minta diajari Bahasa Inggris. Sebenarnya Suami bukannya tidak bisa Bahasa Inggris. Cuma saja Beliau kadang merasa sering canggung untuk berbicara Bahasa Inggris dengan kalimat yang jumlahnya banyak. Beliau paham saat mendengarkan orang berbicara dalam Bahasa Inggris, tahu apa yang harus dikatakan. Tapi saat mengatakan sering merasa  kagok, canggung dan kurang nyaman aja.

Beberapa waktu yang lalu kami kedatangan seorang seorang tamu dari India, namanya Pratisha. Seorang mahasiswa yang kuliah di India yang kebetulan mengikuti Program Intership di Indonesia. Kebetuan kami menjadi Host Family. Beliau menginap di tempat kami selama sebulan lebih. Bahasa Inggrisnya sangat bagus. Orangnya senang bercerita. Setiap pulang dari kegiatan, Pratisha menceritakan kejadian yang dia alami selama sehari itu.  Suami sangat paham dengan apa yang disampaikan oleh Pratisha. Tapi ya begitu... Suami lebih sering merespon dengan jawaban yang super singkat, sesingkat-singkatnya. Saya  bisa memahami kecanggungan Suami berbahasa Inggris.

Ternyata Suami bukanlah satu-satunya yang merasakan itu. Beberapa orang yang saya kenal sering merasa canggung, gagap, gugup dan grogi saat dihadapkan pada situasi harus berbahasa Inggris. Mereka paham saat mendengar orang berbicara dalam Bahasa Inggris, paham pula dengan kalimat seperti apa harus meresponnya.
Tapi saat meresponnya  itu sesuatu yang berbeda. Apa yang ada di pikiran dan hati tidak semudah itu meluncur dalam perkataan lewat mulut. Kadang ada perasaan takut salah pengucapan, takut salah grammar, takut salah kata, takut salah maksud dan lainnya. Sepertinya semua pelajaran Bahasa Inggris yang dipelajari dari SD, SMP, SMA sampai kuliah seperti tak berbekas di lidah.
Dan akhirnya malah jadi Inggris Kebatinan... Mbatin aja.. Hehehe

Bukannya mereka tidak bisa Bahasa Inggris , mungkin tepatnya kurang terbiasa atau kurang akrab dengan berbahasa Inggris.
Bagi kebanyakan orang Indonesia, Bahasa Inggris bukanlah menjadi Bahasa Utama atau Main Language, belum pula menjadi bahasa keseharian. Sebagian orang masih menganggap Inggris menjadi Bahasa Asing, semacam bahasa alien. 

Dari pengamatan saya ada beberapa hal yang cukup menarik
1. Pembelajaran Bahasa Inggris
Kebanyakan pembelajaran formal Bahasa Inggris di sekolah adalah mempersiapkan siswa untuk bisa mengerjakan tes atau ujian Bahasa Inggris. Ini tidak salah karena memang kurikulum yang menghendaki seperti itu. Tapi memang pendekatan pembelajaran seperti itu tidak mudah untuk siswa lancar berbicara atau Cas Cis Cus dalam Bahasa Inggris. Banyak siswa yang nilai ujiannya bagus, tapi kemampuan berbicaranya kurang lancar. Walau pun ada juga siswa-siswa yang nilai ujiannya bagus disertai kemampuan berbicaranya sangat fasih. Kebanyakan mereka ini melatih kemampuan berbicara baik secara otodidak atau pun ikut kursus Bahasa Inggris.
Beberapa sekolah menyadari hal ini. Mereka mengadakan program tambahan,  seperti Program ekstra kurikuler Bahasa Inggris, penambahan muatan lokal Bahasa Inggris atau pun bekerjasama dengan pihak luar mengadakan kelas Bahasa Inggris yang menekankan pada kemampuan berbicara atau Speaking Skill.

2. Cara Pandang Terhadap Bahasa Inggris
Bagi sebagian orang, Bahasa Inggris masih merupakan Bahasa Asing.
“Is English your own languange or foreign language?”.  Kebanyakan teman-teman saya menjawab “Foreign Language” alias bahasa asing.
Beberapa waktu yang lalu saya berdiskusi dengan seorang Pakar NLP tentang pendekatan dalam belajar Bahasa Inggris.

Dari diskusi itu bisa saya simpulkan:
Jika seseorang ingin mempelajari dan menguasai  Bahasa Inggris, juga bahasa yang lain, maka cara pandang terhadap bahasa harus dirubah. Pertama yang harus ditumbuhkan adalah cara pandangan dan perasaan memiliki terhadap Bahasa Inggris. Baginya Bahasa Inggris bukanlah bahasa asing, tapi bahasa miliknya. Sama seperti perasaan memiliki Bahasa Indonesia.
English is not a foregn language. English is my own language.
Saat seseorang sudah merasakan memiliki Bahasa Inggris, akan lebih mudah dan nyaman bagi dia untuk berbicara dalam Bahasa Inggris.
Sama seperti saat berbicara dalam Bahasa Indonesia yang terasa nyaman dan tidak takut salah. Walau pun kita menyadari kemampuan Bahasa Indonesia kita tidak terlalu sempurna dan kemampuan berbicara juga tidak selalu mengikuti pakem EYD, tapi kita tetap nyaman dan asyik-asyik saja saat berbicara dalam Bahasa Indonesia.
Hal yang sama juga bisa kita lakukan dengan Bahasa Inggris.
So, sudah siapkan menjadikan ‘English is your language’?

Lantas dari mana memulai menumbuhkan cara pandangan dan perasaan memiliki terhadap Bahasa Inggris itu sendiri? Salah satunya dengan memulai kebiasaan berbahasa Inggris, menjadikan aktifitas berbahasa Inggris sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.  
Proses ini memang harus benar-benar diniatkan jika kita ingin menjadikan Bahasa Inggris sebagai kebiasaan. Awalnya mungkin terasa berat, tapi apa salahnya untuk mencoba.

Kembali ke cerita tentang Suami yang minta diajari Bahasa Inggris. Kami pun sepakat untuk memberikan tantangan pada diri kami selama 21 hari. ... Saya dan Suami sepakat selama 21 hari kami melakukan proses pembelajaran Bahasa Inggris.
Iya.. Saya mengajar Bahasa Inggris pada Suami. Ini sesuatu yang sama sekali belum pernah dilakukan sebelumnya. Sepertinya cukup asyik dan seru ya.


Teringat kata pepatah “ A journey of thousands miles begins with a single step”
Mulai dari saat ini, mulai sekarang..
Mulai memantapkan hati
Mulai dengan doa pada Tuhan Pemilik Pengetahuan agar kita senantiasa diberikan kekuatan dan kemampuan untuk senantiasa belajar dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Semoga kita semua dimudahkan dan dilancarkan dalam proses ini.
Amien



Purwokerto Kamis, 23 April 2020